Penjelasan dan Contoh Membuat Konten Pilar

Penjelasan dan Contoh Membuat Konten Pilar

Konten pilar merupakan salah satu faktor penentu dalam urutan rangking mesin pencari. Sudah bukan rahasia lagi kalau google sangat menyukai konten, melebihi apapun. Hal ini sebenarnya bagaikan pisau bermata dua. Mengapa demikian?

Website yang mempunyai banyak konten pilar pada pagenya, ‘memaksa’ google menjadikannya sebagai halaman 1 walau user intent sebenarnya mencari informasi yang berbeda.

Apa itu konten pilar?

Konten pilar merupakan konten informatif yang didalamnya terdapat tema atau topik yang bisa dipecah menjadi banyak bagian. Konten pilar dapat memicu banyak kata kunci yang bisa dijadikan target dan mampu menaikkan otoritas page lainnya dengan menyematkan link pada konten pilar yang kebanjiran visitor tersebut.

Pada awalnya konten pilar biasanya hanya berupa artikel panduan, tips dan trik, ebook, dan laporan. Tapi persaingan yang ketat memaksa content creator menciptakan konten pilar pada hampir semua postingan.

Kembali ke defenisi awal, bahwa jika konten Anda memancing pembaca untuk mencari tahu lebih jauh terkait informasi utama yang mereka cari, dan Anda menyediakan topik tersebut, maka konten Anda sudah termasuk konten pilar. Saat ini money site mengandalkan konten pilar dalam mencapai halaman 1.

Jika Anda membuat konten berisi sumber informatif dan inovatif bagi orang lain yang belum pernah dipublikasikan ditempat lain, maka tak hanya mendatangkan visitor, Anda juga membangun branding yang amat kuat. Branding sangatlah penting di elemen seo pada tahun 2019 ini.

Tujuan membuat konten pilar

Tujuan utama dari pembuatan konten pilar adalah menciptakan relevansi yang kuat diantara satu domain dengan membangun internal link yang baik serta bermanfaat bagi pembaca. Meningkatkan user experience merupakan pondasi utama, dan perkembangan algoritma cenderung memprioritaskan pengalaman pembaca diatas segalanya.

Teknik seo terus berubah tiap tahunnya, namun gagasan tentang membuat konten informatif dengan 2000-10000 kata tetap menjadi primadona dikalangan praktisi seo. Teknik ini paling aman diantara teknik lain yang cenderung mencoba bermain-main dengan resiko penalti dari google.

Karakteristik konten pilar

Berikut ini merupakan beberapa karakteristik untuk membentuk konten pilar yang baik bagi seo:

  • Jadikan artikel pilar sebagai page di website, bukan sebagai postingan di blog
  • Url singkat dan tidak terdapat pembatas antara nama domain dan judul artikel
  • Konten pilar sebaiknya rutin diperbarui jika memang terdapat informasi terbaru dari subtopik
  • Lakukan riset keyword terlebih dahulu sebelum mengisis artikel pilar

Jadikan long-tail keyword sebagai konten pendukung untuk optimasi main keyword. Maksimalkan long-tail keyword dengan membuat page terpisah yang secara khusus membahas isi dari long-tail tanpa menyinggung main keyword.

Page terpisah yang dijadikan sebagai konten pendukung bisa berupa postingan blog, individual produk, dan sebagainya. Buatlah banyak dengan jenis yang seperti ini.

Konten-konten pendukung ini hanya bisa di integrasikan ke dalam konten pilar. Kuncinya adalah dengan cara menempatkan internal link secara cerdas. Jangan remehkan proses ini! Menautkan link internal membutuhkan pertimbangan yang cermat pada setiap pembuatan konten. Jika relevansinya tidak baik, yang ada rangking semakin merosot.

Studi kasus konten pilar

Bayangkan jika Anda sedang bekerja di depan laptop dan kemudian Anda batuk. Hal pertama yang dipikirkan mungkin adalah mengetikkan kata kunci ‘obat batuk.’ Tetapi kata kunci ini terlalu luas, sehingga bisa saja Anda mendapat hasil pencarian yang sebenarnya tidak Anda butuhkan.

Kata kunci dengan 2 suku kata mengundang banyak ‘intent’. Variasi page yang muncul di halaman 1 dengan kata kunci ‘obat batuk’ antara lain:

  • informasi mengenai obat batuk, meliputi: nama obat yang mudah ditemukan
  • obat batuk herbal dan alami
  • landing page pembelian obat batuk secara online

Mari kita anggap bahwa yang sedang Anda cari adalah website toko online dimana Anda bisa langsung membeli obat di situs tersebut. Ingat, Anda hanya menulis kata kunci ‘obat batuk’, sama sekali tidak menyinggung ‘toko online’, ‘beli online’, atau ‘jual online’

Maka hasil yang muncul adalah..

Penjelasan dan Contoh Membuat Konten Pilar

Terlihat bahwa hellosehat sebagai startup di bidang kesehatan mendominasi halaman 1 dengan amat tangguh. Lalu apa isi dari 4 artikel di rangking 1-4 tersebut?

Keempat artikel tersebut berisi informasi mengenai obat batuk. Jenis informasinya berbeda-beda, ada yang menjelaskan obat batuk herbal, nama kelompok obat batuk, penyebab batuk, cara meredakan batuk, dan sebagainya.

Anda tidak mendapatkan apa yang Anda cari di halaman 1, yaitu website toko online yang menjual obat batuk.

Apa alasan google menempatkan artikel berisi ‘informasi’ ke rangking tertinggi? Kenapa bukan hasil dengan ‘intent’ yang lain?

Salah satu alasannya adalah hellosehat menyediakan kedalaman konten yang amat rapi pada setiap artikelnya. Mereka berusaha semaksimal mungkin menjadikan tiap konten bernilai sebagai konten pilar.

Penjelasan dan Contoh Membuat Konten Pilar Penjelasan dan Contoh Membuat Konten Pilar Penjelasan dan Contoh Membuat Konten Pilar

Hellosehat secara langsung menyediakan tautan untuk pembelajaran lebih lanjut mengenai keyword ‘obat batuk.’ Google menganggap tautan rujukan ini sebagai media untuk meningkatkan user experience dan robot peramban sangat menyukai konten yang seperti ini.

Lalu dimana posisi website toko online yang Anda cari?

Blibli dan Shopee sebagai e-commerce yang menjual produk apa saja bertengger di halaman 2, sedangkan website obat batuk seperti panadol dan benadryl tenggelam di halaman 3 dan 4. Sayang sekali perusahaan besar seperti panadol dan benadryl tidak mampu memaksimalkan kata kunci ‘obat batuk’ sebagai media promosi yang bijak!

Langkah membuat konten pilar

Setelah pembahasan mengenai apa itu artikel piler dan bagaimana karakteristiknya, saatnya membahas bagaimana langkah yang tepat dalam tahapan pembuatannya.

1. Tentukan main keyword

Carilah topik kata kunci dengan tingkat pencarian paling banyak perbulannya. Biasanya berupa 2 kata, tergantung kata kunci yang jadi target dan industri bisnis Anda berasal. Contohnya ‘obat batuk’ cocok dijadikan terget kata kunci utama oleh perusahaan obat.

Selain melihat jumlah pencarian, main keyword sebaiknya mampu menghasilkan variasi produk atau jasa yang ditawarkan. Keyword obat batuk terhubung dengan produk/kata kunci ‘obat batuk balita’, ‘obat batuk berdahak’, dan sebagainya.

Sebaiknya jumlah pencarian main keyword minimal 2.500/monthPenjelasan dan Contoh Membuat Konten Pilar

Mari kita anggap main keyword sebagai puncak gunung. Tentu membutuhkan jalan panjang menuju ke puncak sana, setidaknya mesti melewati anak gunung terlebih dahulu ‘kan.

2. Identifikasi topik inti

Langkah selanjutnya dalam tahapan membuat konten pilar adalah Anda mesti mengidentifikasi dan memilih serangkaian topik inti. Apa itu topik inti?

Topik inti membantu anda menyelaraskan artikel yang Akan dibuat buat serta membentuk konteks yang sesuai terhadap main keyword yang jadi tujuan utama. Carilah topik-topik inti yang mempunyai pencarian banyak tapi tidak melewati jumlah pencarian main keyword.

Penjelasan dan Contoh Membuat Konten Pilar

Topik inti biasanya terdiri dari tiga hingga lima suku kata. Untuk main keyword ‘obat batuk’, salah satu yang bisa dijadikan topik inti adalah keyword ‘obat batuk berdahak’. Carilah sebanyak mungkin topik inti dan tulis pembahasan yang mendetail, informatif, serta fresh.

Tujuan Anda adalah memberi rangking terbaik pada setiap topik inti yang dibuat. Pastikan yang dibuat adalah konten berkualitas tinggi.

Mesti diingat bahwa topik inti tidak mesti menyertakan kandungan kata kunci yang sama persis. Robot peramban menjadi lebih pintar dan mampu mengenali sinonim pada main keyword dan topik inti buatan Anda. Buatlah se-natural mungkin.

Kata ‘batuk’ bisa dihubungkan dengan kata ‘tbc’, ‘pilek’, ‘gatal tenggorokan’, dan sebagainya. Anda bahkan bisa membuat topik inti soal manfaat madu dan jelaskan bahwa salah satunya adalah sebagai penawar batuk.

Tips lain dalam mencari topik inti adalah dengan melihat suggested keyword serta penelusuran terkait.

Penjelasan dan Contoh Membuat Konten Pilar

Penjelasan dan Contoh Membuat Konten Pilar

Jangan anggap remeh trik ini! Semua kata kunci yang terdapat d suggested keyword dan penelusuran terkait pernah diketikkan user di google. Jika Anda menguasai semua kata kunci ini, maka main keyword yang Anda target pasti mempunyai otoritas yang semakin tinggi.

3. Membuat konten sub-topik

Pastikan konten inti yang Anda buat tadi dipasok dengan banyak subtopik yang mempunyai banyak jenis pembahasan walau tidak perlu terlalu mendetail. Pada tahapan ini, subtopik harus mampu menunjang topik inti dengan isi konten berkualitas dalam jumlah yang banyak.

Tips dalam membuat subtopik adalah gunakan keyword dalam bentuk pertanyaan. Dengan tahapan 5W+1H saja setidaknya sudah mampu menciptakan 6 subtopik yang menunjang topik inti konten Anda.

Penjelasan dan Contoh Membuat Konten Pilar

Struktur Teknis Konten Pilar

Setelah membuat konten inti dan subtopik, pastikan Anda mengetahui persoalan struktur teknis yang sebaiknya terdapat di konten pilar. Konten Pilar idealnya adalah berupa landing page dengan tujuan konversi.

Sangatlah disayangkan jika visitor yang berkunjung melalui proses panjang optimasi konten Anda hanya mendapatkan post artikel biasa tanpa adanya peluang melakukan konversi.

Berikut ini struktus teknis konten pilar yang bisa Anda jadikan acuan:

  • Menyertakan topik inti pada judul halaman
  • Menggunakan h2 pada tajuk header
  • Tautan internal dan eksternal ke sumber yang relevan
  • Mernyematkan link menuju topik inti
  • Menyertakan gambar yang mereferensikan topik inti

Sekian pembahasan kami mengenai konten pilar, silakan tulis komentar jika ingin berdiskusi lebih lanjut.

About the Author: Kemal Harahap

You May Also Like

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *